Selasa, 10 Februari 2015

jersey adidas real madrid 2015

Adidas today unveiled the new Real Madrid 2014-2015 Yamamoto Third Kit. After the striking Real Madrid 14-15 Kits were released in June, the new Real Madrid 14-15 Third Kit was finally released today. The new Real Madrid 2014-15 Away Kit is pink and features a unique star element on the front, in homage to the successes of the club in the Copa del Rey and UEFA Champions League this year.



Real Madrid receives again three completely new kits for the 2014-15 season, while the recommended retail price was increased to 85 € from 80 €. The new Real Madrid 14-15 Home and Away Kits were unveiled in May, while the 14-15 CL Third Kit was released on August 26.

Real Madrid 14-15 Third Kit

This is the new Real Madrid 14-15 Yamamoto Third Kit.



The new Real Madrid 14-15 Third Kit is made by the Japanese designer Yohji Yamamoto, who is known for his spectacular football product designs. Therefore, the kit features the logo of Yohji Yamamoto inside the neck and a special design on the front.

A legendary dragon watermark is placed on the front of the Real Madrid 14-15 Champions League Kit, a symbol of power. The dragon watermark is continued on the back of the shirt.



Dragon king symbolizes the greatness, glory and power of the club
Dragon bird, an animal that is able to relive in the most hostile situations, represents the clubs resistance, determination and agility on its way to the victory

The colors of the Real Madrid badge were adjusted to black and white.



The Real Madrid 2014-2015 Yamamoto Third Shirt features a similar collar as the pink away kit.



Black shorts and socks complete the new Real Madrid 14-15 Third Jersey.

Real Madrid 2014-2015 Home Kit

This is the new Real Madrid 14-15 Home Kit.



Real Madrid 14-15 Home Kit is mainly classical white / black and features pink details on the back (horizontal line) and a pink stripe on the side of the shirt. The badge of the Real Madrid 14-15 Home Kit was changed and features now a pink part. On the front of the kit appears an interesting stripe star pattern.



On the back of the new Real Madrid 14-15 Home Jersey features the lettering Real Madrid. The new Real Madrid Kit comes with a classical henley collar.



The shorts and socks of the new Real Madrid 14-15 Home Kit are white. The Real Madrid 2014-2015 Kits feature a newly designed, unique font for back numbers and lettering.



Real Madrid 14-15 Away Kit

This is the new Real Madrid 2014-15 Away Kit.



The new Real Madrid 14-15 Away Kit breaks with all traditional kit colors of the Spanish and is mainly pink. Similar to the new Home Kit, the Real Madrid 2014-15 Away Shirt comes with a star element on the front of the kit. The club crest colors were changed to white / pink.

The pink kit comes with white applications like white Adidas stripes, white Adidas logo and some white details. The short and the socks of the new Real Madrid 2014-15 Away Kit will be pink, too.





While last seasons kit of Real Madrid came with orange applications and details breaking with the traditions of the Spanish club, the 2014-15 Real Madrid Kits, especially the pink away kit, will be discussed controversially in the upcoming months.



On the back of the new away shirt features the lettering Real Madrid.



Real Madrid 14-15 Goalkeeper Kits

This is the new Real Madrid 2014-2015 Goalkeeper Home Jersey.



Based on the stunning 14-15 Adidas Goalkeeper template, the new Real Madrid 14-15 Goalkeeper Home Shirt is mainly blue with white used as second color.



The new Real Madrid 2014-15 Goalkeeper Third Kit is orange with the same unique dragon graphic design used for the player 3rd kit.

adidas samba

Adidas Samba Classic 



Adidas Samba adalah sepatu latihan sepakbola untuk penggunaan di dalam ruangan (indoor).
Sepatu ini adalah yang kedua terlaris di antara sekian banyak produk populer keluaran Adidas dalam waktu-waktu terakhir. Adidas Samba telah terjual sebanyak 35 juta pasang di seluruh dunia, hanya satu peringkat di bawah sepatu legendaries Adidas Stan Smith.

Deskripsi Produk

Sepatu favorit para penggemar sepak bola ini dibuat dalam beberapa pilihan warna. Meski demikian, warna hitam yang klasik dengan aplikasi tiga garis putih adalah yang paling populer. Keunikan sepatu ini adalah sol karet warna sawo matang yang membuatnya beda dari sepatu Adidas lainnya. Sepatu indoor kebanggaan Adidas ini memiliki kulit yang lembut dan sol berbahan karet yang memberikan rasa pengendalian penuh bagi pemain. Kulit pada bagian atasnya pun terasa nyaman dan lembut menyentuh kaki. Bobotnya pun ringan sehingga tidak menghambat gerak. Bahkan, Adidas menyediakan sol luar untuk digunakan di atas permukaan lapangan indoor yang dipoles.
Bagian sol yang terbuat dari karet khusus ditujukan untuk memberikan daya hela kepada kaki pemain dan dijamin tidak menimbulkan rasa sakit atau pegal karena telapaknya diberikan bantalan mengikuti kontur.

Sejarah dan Perkembangan 

Adidas Samba diproduksi secara perdana pada tahun 1950 untuk membantu klub sepakbola melatih para pemainnya di atas lapangan yang keras seperti es (alasan yang mendasari penggunaan sol karet). Rancangan aslinya meliputi aplikasi tiga garis yang klasik dan lidah sepatu yang bisa dilipat sebagai ciri khas. Bertahun-tahun kemudian, Adidas Samba mengalami perubahan demi perubahan hingga menjadi Samba Millenium dan Samba ’85. Meski edisi baru muncul, model-model sepatu yang klasik tetap diproduksi dan diberi nama Classic M. Jika model yang original biasa digunakan untuk berlatih, bermain sepakbola iseng, dan futsal, Classic M lebih populer dipakai sebagai bagian dari pakaian bergaya casual. Untuk lebih mengenal model-model Adidas Samba, berikut adalah beberapa jenis produknya yang telah dilepaskan ke pasaran dan memperoleh sambutan baik, yaitu Samba Classic M, Samba Special, Samba Super Indoor, Samba Millenium, Samba Sleek, Samba Super Suede, Samba OT Tech, dan lain-lain. Khusus untuk event Piala Dunia FIFA 2010, Adidas memperkenalkan Samba World Cup

Raul Gonzalez Blanco

Raul Gonzalez Blanco (1992-2010)


Raul Gonzalez Blanco, biasa dipanggil Raul (lahir di San Mamez,Madrid, Spanyol 27 Juni 1977) adalah seorang pemain sepak bola yang berasal dari Spanyol. Ia telah bermain untuk Real Madrid di tingkat senior sejak 1992. dan ia menjabat sebagai kapten sejak 2003-2010. Ia telah bermain lebih dari 100 pertandingan untuk tim nasional Spanyol dan merupakan pencetak gol terbanyak yaitu 47 gol. Ia tampil bersama Spanyol pada Piala Dunia 1998, Euro 2000, Piala Dunia 2002,Euro 2004, dan Piala Dunia 2006. Raul juga menempati urutan ke 12 untuk pencetak gol terbanyak di sejarah sepak bola Spanyol dengan 185 gol dari 418 pertandingan. Semua gol tersebut adalah untuk Real Madrid, dan itu membuat ia menempati urutan ketiga sebagai pencetak gol terbanyak di Real Madrid sepanjang waktu. Saat ia bermain, ia menggunakan kaus bernomor 7 untuk Spanyol, Real Madrid, dan klub baru nya, Schalke 04.
Raul adalah seorang penyerang yang bisa menggabungkan menyerang dan bertahan dengan baik. Ia berlari tanpa henti dan mendukung timnya sebagai kapten sejati. Ia adalah jantung dari tim.
Dengan tinggi 180 cm dan massa 69 kg, ia sangat gesit dan ringan pada kakinya. Ia juga suka berganti posisi dan bermain melebar ke samping. Ia bisa membuat teman setimnya berada di posisi yang baik dan membuat kesempatan untuk mencetak gol baik untuk dirinya sendiri maupun teman setimnya. Bahkan ia dapat melakukan itu semua saat bermain menghadapi pemain bertahan yang sangat baik.
Banyak pelatih Real Madrid dan Spanyol yang kesulitan mencari posisi paling pas untuk Raul. Walaupun ia merupakan penyerang asli, tetapi masanya yang paling subur mencetak gol adalah pada akhir tahun 1990an. Ia menjadi rekan Fernando Morientes, yang lebih tinggi dan lebih menjadi target alami. Sejak kedatangan Morientes pada musim panas 2003, Raul telah berpindah-pindah posisi sebagai penyerang kedua di belakang Ronaldo atau Ruud van Nistelrooy maupun sebagai sayap kiri. Untuk timnas Spanyol di Piala Dunia 2006, ia mendorong Luis Garcia ke samping agar bisa bermain sebagai penyerang kedua di belakang Fernando Torres dan David Villa. Dengan hal tersebut, dua pemain sayap Jose Antonio Reyes dan Joaqin Sanchez tersimpan sebagai pemain cadangan.

Biografi

Raul lahir di Madrid, pinggiran kota dari San Cristobal de Los Ángeles. Setelah menjadi anggota tim amatir San Cristobal de Los Ángeles, ayahnya mendaftarkan dia ke tim muda Atletico Madrid pada umur 13 tahun. Raul menjadi sangat berbakat. Memenangi gelar nasional dengan tim muda U-15 dan takdirnya terlihat untuk bergabung dengan tim profesional saat presiden Atletico Jesus Gil menghilangkan tim muda Atletico dengan tujuan untuk mengurangi biaya yang dikeluarkan.
Dihilangkan dari tim yang dibelanya, Raul pergi ke rival sekota Atletico yaitu Real Madrid dimana sukses dengan cepat akan datang kepadanya. Ia memulai musim 1994-1995 di tim Real Madrid C dan mencetak 13 gol di 7 pertandingan pertama. Pada Oktober 1994, pelatih Jorge Valdano memilih Raul untuk bermain di tim utama. Saat ia hanya berumur 17 tahun 4 bulan, Raul menjadi pamain termuda sepanjang sejarah yang memakai kaus Real Madrid. Dengan itu, ia mendorong keluar Emilio Butrageuno pemenang Piala Pichichi, dan langsung menjadi sensasi baru Spanyol. Ia mencetak 9 gol dalam 28 penampilan di musim pertamanya, termasuk saat melawan Atletico. Ia juga memenangi kejuaraan Liga Spanyol. Raul membuat debut tim utama timnas Spanyol pada Oktober 1996 melawan Ceko.
Raul merupakan pemain kunci di 6 gelar besar Real Madrid dari tahun 1998 sampai 2003. Dengan Real, ia memenangi 3 kejuaraan antar Eropa (Liga Champions UEFA) pada tahun 1998, 2000, dan 2002. Ia juga mencetak gol penentu di partai final Liga Champions 2000. Di domestik, ia memenangi 5 piala La Liga Spanyol pada tahun 1997, 2001, 2003, 2007 dan 2008. Setelah Fernando Hierro pensiun dari timnas spanyol tahun 2002, Raul menjadi kapten untuk Real Madrid dan Spanyol.
Sejak tahun 2003, ia telah menjadi sasaran empuk bagi media massa dan suporter dalam hal kritik karena penampilan buruknya sejak 4 tahun belakangan, dimana Real Madrid mengalami kesulitan memenangi gelar di Spanyol dan di Eropa dengan tidak sukses dikeduanya. Kesulitan-kesulitan yang telah membayangi Raul mengakibatkan ia disisihkan dan diletakkan di tim cadangan oleh Real Madrid dan Spanyol, meninggalkan pertanyaan “Berapa lama lagi ia akan bertahan di Real dan Spanyol ?”. Banyak gosip yang mengatakan bahwa ia bermain pada pertandingan Madrid dikarenakan ia telah menjadi pengaruh besar di Madrid.
Pada tanggal 28 September 2005, ia menjadi pemain pertama yang mencetak 50 gol di ajang Liga Champions UEFA pada penampilannya yang ke 97, melewati pemain legenda Real Madrid, Alfrado Di Stefano. Saat itu ia bermain melawan tim tangguh Olympiakos dari Yunani. Saat ia memimpin pertandingan Spanyol melawan San Marino, di pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2006 pada tanggal 12 Oktober 2005, ia melebihi rekor Fernando Hierro sebagai kapten Spanyol yang paling banyak tampil dalam sejarah Spanyol.
Pada tanggal 19 Juni, dengan gol saat melawan Tunisia, Raul menjadi pemain urutan ke-18 yang mencetak gol di 3 Piala Dunia. Sebelumnya ia telah mencetak gol di Piala Dunia 1998, Piala Dunia 2002 dan Piala Dunia 2006.

Kehidupan Pribadi

Raul tumbuh di lingkungan sederhana Madrid, di pinggiran kota San Cristobal de Los Ángeles. Ayahnya, don Pedro adalah penggemar Atletico Madrid yang merupakan klub dimana Raul bermain setelah bermain dalam jangka waktu yang pendek di klub San Cristobal. Para pelatih Atletico Madrid sebelumnya tidak melihat ada sesuatu yang spesial pada Raul karena ia sangat kurus dan lemas. Tetapi kemudian ia menjadi bagian dari tim Real Madrid C dan langsung masuk ke tim utama pada musim 1994-1995.
Setiap mencetak gol, Raul merayakannya dengan cara yang berbeda dari teman-temannya. Ia selalu mencium cincin pernikahannya untuk menghormati istrinya, Mamen Sanz. Mereka memiliki 4 anak laki-laki. Anaknya yang pertama bernama Jorge lahir 25 Februari 2000. Namanya diambil dari Jorge Valdanao yang dahulu adalah pemain sepak bola dari Argentina. Anaknya yang ke-dua Hugo, lahir 20 November 2002. Namanya diambil dari pahlawan masa kecil Raul yaitu Hugo Sanchez. Anaknya yang ke-3 dan ke-4 adalah si kembar Hector dan Mateo yang lahir 17 November 2005. Ia suka membaca, terutama buku karangan Arturo Perez Reverte dan ia suka mendengarkan berbagai jenis lagu Spanyol. Ia juga menikmati berburu dan menonton perkelahian banteng.
Fernando Morientes adalah teman yang sangat dekat dengan Raul. Keduanya digelari pasangan penyerang paling mematikan di Real Madrid dan di timnas Spanyol antara tahun 1998 dan 2002, hingga Morientes digantikan Ronaldo di tim utama Real Madrid. Morientes dan Raul masih berteman baik hingga sekarang, dan Raul juga sering terlihat di Anfield pada musim 2005-2006 Liga Inggris pada waktu ia cedera, ia menonton Morientes bermain untuk Liverpool. Morientes dan Raul juga pernah pergi berlibur bersama dengan keluarganya masing-masing.

Prestasi

Klub

Pribadi

  • Piala Pichichi: 1999 dan 2001
  • Pemain Terbaik Spanyol: musim 1996-1997
  • Penyerang Terbaik UEFA: 2000, 2001, dan 2003
  • Pemain Terbaik Piala Interkontinental 1998
  • Pemain terbaik versi Federasi Sejarah Sepak Bola Internasional (IFFSH) 1999
  • Olahragawan Terkemuka Spanyol 2000
  • Pencetak gol terbanyak 2 kali pada Liga Champions UEFA: musim 1999 dan 2000
  • Medali emas Royal’s Order untuk Olahragawan 2006
  • Sepatu Perunggu Eropa 1999 dan 2001
  • Medali perunggu Pemain Terbaik Dunia FIFA 2001
  • Medali perak Pemain Terbaik Eropa 2002

Lainnya

Kutipan kata-kata

  • Fabio Capello (manager Real Madrid): “Ia adalah pemenang. Ia adalah warisan dari Real Madrid “ (15/11/99)
  • Javier Clemente (manager Serbia): “Raul adalah penyerang terbaik di dunia sekarang ini” (01/04/00)
  • Franz Beckenbauer (legenda Jerman): “Raul adalah salah satu yang terbaik di Eropa. Ia adalah jiwa Real Madrid. Dia seperti Matthaus bagi kita” (09/05/00)
  • Thierry Henry (penyerang Arsenal): “Saat ia bermain, di pikirannya hanyalah ada gol. Itu adalah inti dari sepak bola. Setiap saat ia melakukan sesuatu, orang-orang akan berdiri dari kursi” (25/06/00)
  • Sir Alex Ferguson (manager Man Utd): “Real membeli banyak pemain besar seperti Figo, Zidane, dan Ronaldo. Tapi menurut saya pemain terbaik di dunia adalah Raul” (08/04/03)
  • David Trezeguet (penyerang Juventus): “Kita semua tahu apa yang dipersembahkan oleh Raul. Tidak hanya untuk timnya, tapi juga untuk sepak bola” (08/05/03)
  • Ottmar Hitzfeld (manager Bayern): “Saya akan membeli Raul pada menit ini jika itu memungkinkan. Dia adalah seseorang yang dapat mengubah jalannya pertandingan dan saya suka semua tentang dia. Ia memiliki karier yang hebat di belakangnya. Menurut saya, sekarang adalah waktu terbaik untuk membeli dia. Ia memiliki kedewasaan yang sama banyak dengan pengalamannya” (15/02/07)
  •  

Raúl
Raúl Al-Sadd 23-09-2012.jpg Raúl bermain untuk Al Sadd pada tahun 2012
Informasi pribadi
Nama lengkap Raúl González Blanco
Tanggal lahir 27 Juni 1977 (umur 37)
Tempat lahir San Mamez,Madrid, Spanyol
Tinggi 1.80 m (5 ft 11 in)[1]
Posisi bermain Penyerang
Informasi klub
Klub saat ini New York Cosmos
Nomor 7
Karier junior
1987—1990 San Cristóbal de los Ángeles
1990—1992 Atlético Madrid
1992—1994 Real Madrid
Karier senior*
Tahun Tim Tampil (Gol)
1994 Real Madrid C 7 (13)
1994 Real Madrid B 1 (0)
1994–2010 Real Madrid 550 (228)
2010–2012 Schalke 04 66 (18)
2012–2014 Al Sadd 39 (11)
2015– New York Cosmos 0 (0)
Tim nasional
1994 Spanyol U-18 2 (4)
1995 Spanyol U-20 5 (3)
1995–1996 Spanyol U-21 9 (8)
1996 Olimpiade Spanyol 4 (2)
1996–2006 Spanyol 102 (44)

Zinedine Zidane

Zinedine Zidane (2001-2006)
Zinedine Yazid Zidane (IPA: [ˌzineˈdin jaziːd ziˈdan]; bahasa Arab: زين الدين زيدان, Zainuddin Zidan lahir 23 Juni 1972) yang terkenal dan populer dengan panggilan Zizou adalah seorang pesepak bola Perancis keturunan Aljazair. Posisinya adalah gelandang menyerang. Memulai karier sebagai pemain di klub AS Cannes, ia kemudian bermain di Bordeaux, Juventus dan terakhir Real Madrid. Bersama Real Madrid ia mengoleksi 37 gol dari 155 pertandingan. Ia pensiun dari sepak bola klub pada tahun 2006 dan pensiun dari tim nasional sepak bola Perancis setelah Piala Dunia 2006. Ia juga sempat memegang rekor sebagai pemain termahal di dunia saat di transfer dari Juventus ke Real Madrid pada musim 2001-02 dengan nilai 46 juta poundsterling. Sebagai pesepak bola kelas dunia, Zidane telah mengenyam banyak prestasi, diantaranya dua gelar Serie-A bersama Juventus, satu gelar Liga Champions Eropa dan satu gelar La Liga bersama Real Madrid. Zidane juga sukses mengantar Perancis menjadi juara dunia Piala Dunia 1998 dan juara Piala Eropa 2000. Bersama sahabatnya Ronaldo, Zidane menjadi pemain sepak bola yang mampu meraih gelar Pemain Terbaik Dunia FIFA sebanyak tiga kali. Ia juga pernah meraih Ballon d’Or di tahun 1998.

Zidane dilahirkan di Marseille dan dibesarkan di La Castellane. Walaupun lahir di Marseille, Zizou belum pernah bermain untuk Olympique de Marseille. Orang tua Zidane beragama Islam, dan mereka berimigrasi dari Aljazair ke Perancis pada tahun 1954.[1]
Karier Zidane dimulai pada usia 14 tahun, anak dari imigran Aljazair ini terlihat oleh seorang pencari bakat bernama Jean Varraud dan kemudian ditawari tempat di Akademi AS Cannes. Aslinya ia hanya mendapatkan kesempatan bertahan di Cannes selama enam pekan saja, sebelum akhirnya bakat bagusnya membuat Zidane mampu mengamankan kontrak pertamanya selama empat musim. Zidane kemudian bermain di level professional pertama pada usia 17 tahun pada tahun 1991. Ia kemudian mencetak gol pertamanya pada tanggal 8 Februari 1991, yang kemudian membuatnya mendapatkan hadiah mobil dari presiden klub. Zidane kemudian berhasil mengantar Cannes masuk kompetisi Piala UEFA di akhir musim 1991—92.
Zidane kemudian ditransfer ke Girondins de Bordeaux pada musim 1992-93, dan kemudian mengantar klub tersebut menjuarai Piala Intertoto musim 1995 dan runner-up Piala UEFA musim 1995-96. Rekannya di Bordeaux adalah Bixente Lizarazu dan Christophe Dugarry, yang kemudian kelak akan menjadi trio kuat di timnas Perancis pada Piala Dunia 1998. Pada musim 1995, pelatih Blackburn Rovers Ray Harford sempat menawarkan kontrak pada Zidane dan Dugarry, namun Zidane menolak tawaran dari klub Inggris tersebut.[2]
Pada tahun 2001 Zizou ditransfer dari klub Italia, Juventus F.C. ke Real Madrid dengan kontrak selama 4 tahun. Biaya transfer sebesar €66 juta, membuat ia menjadi pemain sepak bola dengan transfer termahal di dunia. Ia mencetak gol kemenangan 2-1 melawan klub Jerman, Bayer Leverkusen pada 2001-2002 Final Champions League di Glasgow di Hampden Park. Tahun berikutnya di Piala Dunia 2002 ia hanya tampil sekali membela Perancis karena didera cedera. Dalam turnamen tersebut, Perancis tidak berhasil mencetak satu golpun dan terpuruk di dasar grup pada babak pertama sehingga gagal lolos ke babak berikutnya.
Tahun 2004 setelah Piala Eropa 2004 berakhir, Zidane pensiun dari sepak bola internasional, namun saat Perancis mengalami kesulitan untuk meloloskan diri ke Piala Dunia 2006, Zidane mengumumkan pada Agustus 2005 bahwa ia akan kembali bermain di tim nasional. Perancis akhirnya lolos, tetapi Zidane yang baru melalui musim yang dipenuhi cedera di Madrid, memutuskan bahwa ia akan mundur setelah Piala Dunia tersebut berakhir.
Pada tanggal 25 April 2006, Zizou secara resmi mengumumkan keputusannya untuk mundur dari klub dan tim nasional sepak bola Perancis setelah Piala Dunia 2006.[3]
Zidane pada tahun 2004.
Pada tanggal 7 Mei 2006 Zizou memainkan pertandingan terakhir sebagai tuan rumah untuk Real Madrid di Stadion Santiago Bernabéu. Pemain Real Madrid memakai baju kaos khusus yang bertanda "ZIDANE 2001 - 2006" tertulis di bawah logo klub. Seperti yang dapat diduga, pendukung Real Madrid memberikan dia sambutan yang hangat dan mendukung Zizou sepanjang pertandingan. Pertandingan ini melawan Villarreal CF dan, sayangnya untuk Zizou, hasil terbaik yang diperoleh Real Madrid adalah seri 3–3. Zizou mencetak gol kedua untuk Real Madrid tanpa perayaan besar-besaran. Zizou menukar baju kaosnya dengan Juan Roman Riquelme, pemain Villarreal CF dan gelandang Argentina. Pada akhir pertandingan, pendukung Real Madrid mengucapkan selamat jalan untuk Zizou dengan memberi ia tepuk tangan panjang, yang membuatnya menitikkan air mata.

Piala Dunia 2006

Pada dua pertandingan awal Piala Dunia 2006, ia tampil buruk dan bahkan harus absen pada pertandingan ketiga akibat akumulasi kartu kuning. Zidane kemudian menunjukkan kembali permainan terbaiknya di babak-babak berikutnya, dimulai dari pertandingan melawan Spanyol digugurkan 3–1, lalu Brasil ditaklukkan 1–0, dan kemudian Portugal dikalahkan 1–0. Dengan bentuk permainannya saat itu, banyak yang berharap bahwa Zidane akan menggantung sepatu dengan indah dengan mengalahkan Italia pada pertandingan final, namun kariernya berakhir pahit saat ia dikartu merah wasit Horacio Elizondo pada pertandingan final akibat menanduk bek Italia, Marco Materazzi di bagian dada.
Walaupun karier sepak bolanya berakhir pahit Zidane terpilih sebagai pemain terbaik Piala Dunia 2006 versi FIFA dan para wartawan yang meliput ajang tersebut dengan mendapat 2012 poin, kapten Italia Fabio Cannavaro di posisi dua dengan 1977 poin, dan pemain Italia lainnya, Andrea Pirlo di posisi tiga dengan 715 poin. Alasan ia dipilih menjadi pemain terbaik karena berhasil menampilkan penampilan yang menawan serta menunjukkan kepemimpinan yang baik dalam membawa Perancis yang terseok-seok di babak penyisihan grup sampai ke babak final. Pelatih Perancis Domenech dan sang "Kaisar" Beckenbauer membela keputusan FIFA untuk tetap memberikan gelar tersebut meskipun Zizou dianggap melakukan tindakan bodoh tersebut terhadap Materazzi. Materazzi mungkin dianggap mengatakan kata-kata yang sangat menyinggung pemain terbaik dunia 3 kali tersebut sehingga membuat ia menjadi emosi dan akhirnya melakukan tindakan tersebut.
Menurut laporan BBC, pemilihan Pemain Terbaik dilakukan pada masa istirahat setelah babak pertama. Koresponden BBC, Gordon Farquhar, berpendapat bahwa "jika kita menanyakan kepada para wartawan yang telah melakukan pemilihan tersebut setelah pertandingan berakhir - apakah mereka akan mengubah suaranya - mungkin mereka akan melakukannya."[4]
Lagu berjudul Headbutt yang terinspirasi dari serudukan kepala Zinedine Zidane ke dada Marco Materazzi di final Piala Dunia 2006 menjadi lagu yang paling terkenal di Perancis. Dalam dua setengah pekan awal, ada 80.000 pengunduh lagu tersebut di situs.

Gaya bermain

Setelah penampilan yang sangat fantastis di Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000, tidak sedikit publik sepak bola yang menganggapnya sebagai pemain terbaik di dunia. Kelebihan dan keahliannya melakukan dribbling dan penguasaan bola sering membuat pemain lawan merasa frustasi karena sulitnya merebut bola darinya. Pelatih-pelatih pun beranggapan bahwa memaksakan man-to-man marking terhadap Zidane adalah pekerjaan sia-sia. Bahkan produsen olahraga asal Jerman Adidas membuat "formasi baru" yakni 4-Zidane-2.
Zinédine Zidane
Zinedine Zidane 2008.jpg
Informasi pribadi
Nama lengkap Zinedine Yazid Zidane
Tanggal lahir 23 Juni 1972 (umur 42)
Tempat lahir Marseille, France
Tinggi 1.85 m (6 ft 1 in)
Posisi bermain Gelandang Serang
Karier junior
1982–1983 US Saint-Henri
1983–1987 SO Septèmes-les-Vallons
1987–1988 Cannes
Karier senior*
Tahun Tim Tampil (Gol)
1988–1992 Cannes 61 (6)
1992–1996 Bordeaux 139 (28)
1996–2001 Juventus 151 (24)
2001–2006 Real Madrid 155 (37)
Total
506 (95)